Evolusi Bisnis Grosir Baju Muslimah di Indonesia

wolly 0

Popularitas hijab dan busana muslim di Indonesia terus meningkat. Semakin banyak grosir baju muslimah wanita Indonesia yang mengenakan kerudung atau jilbab di pasar mayoritas Muslim terbesar di dunia. Pakaian Muslim telah berevolusi dari gerakan religius dan budaya menjadi tren yang paham mode dan industri yang berkembang pesat.

Meningkatnya permintaan busana muslim telah mendorong tumbuhnya industri busana muslim dalam negeri. Dalam waktu yang relatif singkat, busana muslim telah menjadi segmen penting dalam industri TPT nasional (Lihat Industri Tekstil Indonesia – Masa Uji Coba Hulu). Sektor ini telah berubah dari awalnya di industri rumah tangga dan usaha kecil dan menengah (UKM) hingga manufaktur skala besar saat ini.

Evolusi Grosir Baju Muslimah

Sebelum era Orde Baru, perempuan Muslim di Indonesia menggunakan selendang panjang untuk menutupi rambutnya secara longgar. Sejak 1980-an, jilbab atau kerudung yang menutupi rambut diperkenalkan ke Indonesia. Namun, penggunaan jilbab di sekolah umum dan grosir baju muslimah lembaga pemerintah untuk sementara dibatasi oleh pemerintahan Soeharto; meskipun ini tidak menyurutkan mayoritas Muslim Indonesia untuk menjalankan apa yang mereka rasakan sebagai kewajiban agama mereka. Meningkatnya jumlah perempuan yang berjilbab di Indonesia telah melahirkan industri pakaian muslim yang menguntungkan. Sejak awal tahun 2000, sektor ini telah berkembang pesat karena semakin banyak perempuan perkotaan yang masih muda menggunakan hijab. Segmen fashion-councious baru ini menuntut pakaian Muslim yang tidak hanya menutupi rambut dan tubuh, tetapi juga menampilkan gaya dan desain yang menarik.

grosir baju muslimahUntuk memenuhi permintaan ini, sejumlah desainer muda dan kreatif yang mampu merancang busana Muslim yang modis dan trendi muncul. Ini termasuk bintang yang sedang naik daun seperti Ms Dian Pelangi yang dinobatkan sebagai salah satu dari 500 orang paling berpengaruh di industri grosir baju muslimah fashion oleh majalah yang berbasis di Inggris, Business of Fashion. Faktanya, sejumlah tokoh mapan di industri fashion lokal seperti Bapak Itang Yunasz telah beralih ke desain bisnis agen fashion pakaian muslim dan telah memanfaatkan ceruk pasar yang berkembang pesat ini. Busana islami di Indonesia juga tidak lagi hanya berfokus pada pelanggan wanita tetapi juga menyasar pelanggan pria dengan meluncurkan lini pakaian koko atau taqwa.

Pasar dan pelanggan yang berkembang
Pasar hijab di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga segmen; pertama, kerudung sederhana dan praktis yang digunakan oleh 60-70% wanita Indonesia. Kerudung ini dijual dalam berbagai grosir baju muslimah warna dan model dengan harga yang terjangkau; kedua, cadar grosir baju muslimah bandung syariah yang digunakan oleh 10% wanita Indonesia. Jenis kerudung ini lebih panjang dan tersedia dalam warna konservatif seperti putih, hitam dan coklat; Terakhir, kerudung modis yang digunakan oleh wanita urban kelas menengah yang hadir dalam berbagai warna dan gaya serta dijual dengan harga premium.

Pasar hijab Indonesia masih didominasi oleh model kerudung yang praktis dan simpel dengan harga di bawah Rp50.000 untuk kerudung dan kurang dari Rp200.000 untuk gaun. Meskipun margin keuntungannya rendah, permintaan dan volume penjualannya yang tinggi membuat segmen grosir baju muslimah ini sangat menguntungkan. Sebaliknya, hijab fashionable yang dijual di atas titik harga Rp 200.000 bahkan hingga jutaan rupiah relatif terbatas namun grosir baju muslimah menawarkan grosir baju muslimahmargin keuntungan yang tinggi. Peluang pasar produk hijab grosir baju muslim di Indonesia masih terbuka lebar, baik untuk segmen low end maupun high end karena relatif sedikitnya jumlah pemain di sektor ini. Selain itu, permintaan akan produk hijab high-end dan fashionable tidak hanya terbatas di pasar domestik tetapi juga pasar regional dan internasional mengingat Indonesia semakin menonjol sebagai pusat fashion Islami.

Toko pakaian Muslim juga dapat ditemukan di pasar tradisional serta mal modern dengan Tanah Abang dan Thamrin City secara bertahap menjadi pusat grosir pakaian Islami, menarik pemilik toko dari seluruh negeri untuk mencari barang-barang terbaru untuk dijual di toko mereka. Ada juga toko butik yang menargetkan konsumen kelas atas dengan merek seperti Shafira, Zara, dan Rabbani, antara lain. Selain itu, seiring dengan meningkatnya grosir baju muslimah jumlah pengguna internet di Indonesia, situs e-commerce yang menawarkan pakaian Islami menjamur dengan merek-merek seperti Zoya, Hijup, Hijabenka dan Elhijab, menawarkan portofolio produk yang beragam untuk semua segmen konsumen. Pemasaran online yang digabungkan dengan skema reseller dan dropship menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dan dapat menjangkau khalayak yang lebih luas karena tidak adanya kendala geografis. Karenanya, pakaian muslim menjadi komoditas yang sangat dicari dan industri yang berkembang pesat di Indonesia.